Tulisan ini kubuat untuk meng'inspire' khususnya aku...juga saudara saudari ku yang membaca note ini...untuk berikhtiar menggenapkan rukun Islam dengan melaksanakan rukun yang ke-5 nya.
Sumber kisah ini adalah bapak suami (bapak mertua)..style 'wong ndeso' khas itulah kesan pertama jika bertemu beliau, simple (ga neko neko) dan apa adanya...Bapak adalah orang yang suka ngobrol, kalo bertemu dengan orang baru, langsung akan keluar 'kata-kata'nya dan pastinya penuh dengan 'wejangan' khas orang tua...
kebetulan pas banget bapak menemukan aku (mantu ne) yang pendengar sejati...suka ngobrol juga, jadi match 'kalo sudah ngobrol' bapak betah berjam2...dan akulah yang siap 'mendengarkan' sedang anaknya (suamiku) bisa jadi tidur, karena 'wejangan'nya sdh didengarnya sejak suamiku lahir,hehehe...
Ga salah memang bapak menularkan pengalaman hidupnya ke anak2nya..pastinya tujuan nya baik..dan yang aku suka dari beliau, bapak tetap rendah hati dan ga neko neko (ga berubah penampilan karena keberhasilannya)
Bapak selalu menekankan ke kita, untuk hidup sederhana...jangan boros...dan masih banyak lagi. Yang selalu ku ingat pesan bapak,'jangan pernah hutang, kelola rizki yang ada dengan benar'...'jika ada rizki berlebih, jangan beli sstu karena gengsi, mending 'save' untuk beli tanah'...Dan bapak menekankan ke kita, berapapun besar kecilnya 'penghasilan' kita, besar atau kecil kalo tidak pandai me-manage dan tidak 'bersedekah' akan habis juga...
dan sampailah ke kisah-kisah ini..untuk menegaskan 'wejangan' bapak
ini adalah kisah nyata...bisa di cek langsung ke TKP di kudus...
kisah pertama:
Di pasar kecamatan Dawe...banyak sekali peran yang ada di sana...juragan,penjual yang berkios, penjual yang 'nempel' di kios orang, penjual di lapak2, pembeli, kuli,sopir,sampe copet (mungkin) ada juga...Pasar yang selalu rame, pastinya perputaran rupiah disana pun juga tidak sedikit...diantara orang2 yang menikmati adanya pasar tsb, adalah simbok (namanya ga tahu, orang yang jadi kuli gendong) yang menawarkan jasa nya ke juragan2 yang mau setor barang ke toko2 di sana...kalo kita lihat dari 'penghasilan simbok dengan juragan atau pemilik toko, jelas jauh sekali...tapi, jangan salah, keinginan cita2 simbok untuk mengunjungi rumahNya besar sekali...Subhanallah, dengan menabung sedikit demi sedikit simbok bisa mengumpulkan uang yang mencukupi untuk pergi ke tanah suci, dan yg lebih lagi setelah naik haji, baru saja simbok ikut umroh juga...Subhanallah
kisah kedua:
Di debuah SD negeri di desa cendono...dekat dengan dawe juga...ada seorang tukang kebun, hampir sama dengan simbok..bapak tersebut juga mempunya keinginan cita2 yang sama untuk bisa mengunjungi rumahNya...dengan jerih payahnya dan tabungan yang sudah mencukupi...bapak tersebut beserta istrinya bisa berangkat naik haji juga...Subhanallah
kedua kisah tersebut 'nyata'..sebuah ikhtiar/usaha yang sungguh-sungguh dari hambaNya yang dilihat dari sumber penghasilan nya jauh dari mungkin untuk terwujud...dan bisa membuat semua hambaNya berusaha untuk berikhtiar spt mereka...
kisah simbok sungguh 'menyentil' banyaknya reality reality show di tv tv saat ini..yang mengeksploitasi segala aspek kehidupan untuk sebuah rating...termasuk sisi kemiskinan masyarakat yang juga ikut ditampilkan sbg reality show...
terinspirasi dari reality show yang menurutku 'mendidik' yang ditayangkan di T***S tv JAM=Jika Aku Menjadi....kisah simbok pun bisa dijadikan hikmah tanpa ada tendensi komersiil di balik kisahnya...
Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).
oia, siapakah bapak ku (bapak suami)?....sama dengan wong2 deso yang lain...
wong deso,pekerja keras dan tahan banting...saat bapak muda, dengan kekuatan fisiknya bapak methal (mencangkul) ladangnya sekaligus rumahnya seluas kira2 1 ha...dengan bermacam-macam tanaman mulai tanaman herbal sampai palawija...dan 'gowes' becak untuk menjual hasil panen nya ke kota saat itu..lamaa,perjalanan hidup itu dijalaninya..pantang menyerah dan tetap jujur...dan selalu berdoa kpdNya untuk dilapangkan rizkiNya...Alhamdulillah, Allah mendengarnya..setelah malang melintang mencoba semua tanaman di kebun nya, beternak mulai dari sapi hingga ayam petelur...dan usaha penggilingan tebu pun dijalani...sekarang, bapak 'seatle' dengan usaha ternak ayam telurnya....Alhamdulillah
siapakah bapak?...bapak sama dengan wong2 deso yang lain...
tapi ada bedanya...bapak adalah bapak 'impian' setiap anak...
bapak tidak pernah mengharapkan sepeserpun 'salary' dari hasil kerja anaknya yang sudah disekolahkan nya sampai kuliah...bapak tidak menginginkan dikasihani anak2nya...bapak lebih suka memberi rizkiNya yang diperoleh kepada anak2nya...Subhanallah
bapak adalah bapak 'impian' setiap anak...dengan rizkiNya, bapak 'bangga' sudah menggenapkan rukun islam ke-5 untuk anak laki2 nya (suami) dan mak e ke baitullah..
dan bapak dgn rizkiNya menawarkan ke anak2 dan mantu2nya untuk pergi ke baitullah...
bapak adalah bapak 'impian' setiap ikhwan/laki2 yang ingin meminang dan membawa 'teman sejati'nya ke pelaminan...bapak tidak meminta sepeser pun uang dari suami, ketika suami ingin menikahiku..mulai dari seserahan, perhiasan, biaya walimatul ursyi bapaklah yang mencukupi
bapak adalah bapak 'impian' setiap anak yang sudah memiliki keluarga..bapak memikirkan bagaimana anak2nya mempunyai sebuah rumah yang bisa menaungi anak2nya dari hujan dan panas...bapak dengan rizkiNya, membantu 25% dari total harga rumah yang kita tempati sekarang..dan bapak memberikan adik ipar perempuan (janda dengan satu anak) sebuah rumah di dekat rumahnya...
siapakah bapak?..bapak sama dengan wong2 deso yang lain..
simple, sederhana dan apa adanya
jika ditotal mungkin rizkiNya yang sudah diberikan bapak untuk anak2nya bisa untuk membeli mobil keluarga ALPHARD keluaran terbaru...
tapii bapak tetaplah wong deso..bapak selalu berpesan janganlah gengsi, janganlah jual penampilan, sewajarnya saja....walaupun sekarang bapak mampu membeli mobil 'sederhana' dan motor, semua fasilitas itu dipersilahkan untuk dipake anak2nya..termasuk kita jika pulkam ke kudus...
siapakah bapak?..bapak sama dengan wong2 deso yang lain..nrimo apa adanya..
bapak tetap memilih tidur di lampit/tikar daripada tidur di ranjang plus springbed nyaman yang sudah kita sediakan,jika mengunjungi kita di jakarta..(nulisnya sambil berkaca-kaca)
Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]
Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
Pamulang, 23 Juni 2009
jam 10.50 PM
saat bapak dan adik perempuan paling kecil mengunjungi kita kembali di jkt...
Tampilkan postingan dengan label oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oase. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Januari 2010
Simbok sampun (sudah) kaji (haji)....
Selasa, 14 April 2009
Aku Kamu Kita kami Dia Mereka...SAMA
Walaupun antar rumah pagar tinggi nya lebih dari 1,5 meter...tapi kami (antar tetangga) masih ber-say hello atau menyapa kalo bertemu...ya just say hello ga lebih, itu yang kita suka karena memang kita ga biasa 'nonggo' yang ujung2 nya gosip...bukan kita bangettt
Alhamdulillah, selama kita tinggal belum pernah terjadi hal2 yang luar biasa seperti, pencurian , karena sebagian besar penghuni komplek sdh sepuh2 dan ga mudik kalo lebaran (mungkin pencuri nya takut sama mbah2 itu...
untuk kumpul ibu2 ada arisan nya, tapi aku sebagai bagian dari ibu2 selama ini nitip terusss ruepotttt bawa 2 bayi..
Karena penghuni komplek nya sdh sepuh2...wajar kalo mereka berlomba2 'ngunduh mantu'...selama 1,5 tahun sdh 6 und nikah kita terima...ada yang pesta nya di rumah ada juga yang di gedung...
sesuai yang kita pahami, karena ada 'hiburan' dan unsur2 yang lain nya...kita dateng nya pas terakhir atau 'quickly' datang makan pamit pulang....
Yang bikin kita nyaman tinggal di sini...kami yang tinggal di komplek menyatu dengan orang2 yang merantau yang tinggal di rumah2 petak itu...dalam acara kondangan/kenduri mereka termasuk yang dapat jatah nasi kardus nya
Untuk yang pestanya di komplek...kebetulan yang punya gawe pak RT yang non islam, untuk menghormati yang muslim sebagai penerima tamu nya ibu2 berkerudung, untuk hiburan nya band (kita dateng nya terakhir dan bener2 ga ada makanan, hanya sisa2 saja
Berbeda dengan pesta nikah di gedung...mereka (warga yang di belakang masjid) dijemput oleh bus untuk membawa mereka ke acara resepsi karena mereka juga diundang, tentu yang nyediain bus adalah yang punya gawe nikah itu...
untuk pesta nikah anaknya pak hasan di sasono langgeng budoyo TMII, kita ga dateng karena aku sdg hamil besar (farras) dan acaranya malam (kalo ga salah pas ramadhan)...untuk yang kemarin (12 April 2009), keluarga pak edi yang punya gawe make gedung DEPTAN di daerah ragunan...Subhanallah, warga yang tinggal di belakang masjid bersama2 dgn tamu2nya yg punya gawe antri makanan, ga ada perbedaan, sama
di sudut gedung (aku dan suami) ngobrol, Subhanallah melihat wajah mereka bahagia dan menikmati (baca: maruk) makanan yang dihidangkan...ga ada sekat, ga ada batas, hanya yang pasti beda dari cara makan nya, mereka yang high class teuteup berdiri sambil makan dan ngobrol,sebaliknya mereka nyari tempat walaupun sambil lesehan di tangga gedung dan ngobrol
Selasa, 09 September 2008
Fakta di bulan ramadhan ini...
Pagi jam 05.33 WIB...setelah bangun karena fathin nangis (popoknya sudah penuh, minta diganti, risi ummiiii....
)...ada SMS masuk dari seorang teman...karena disuruh untuk menyebarkan, saya sebarkan di MP saja...
ini beritanya, silahkan dibaca...
INFO:PROF.slebor asal kesohor.Musdah Mulia tidak hanya membolehkan lesbian.Belum cukup puas, ia pun mengakomodasi kedatangan dan mempromosikan irsyad manji sang muslimah lesbian ke indonesia. Saking wah-nya, hingga menyebutnya lesbian mujtahidah. tak sedikit mahasiswa UIN JKT yang kagum. Mengapa kepada pejuang syariah benci, sebaliknya gandrung pada pejuang amal hewani?...
Ya Allah, hindarkanlah kami dari siksaan kaum nabi luth. Jadikanlah bulan suci ini untuk kembali kepada jalanMu.
Semoga Allah menjadi saksi atas tegaknya syariah. Allahu Akbar....
Tolong disebarkan...
Baca Selanjutnya ...
ini beritanya, silahkan dibaca...
INFO:PROF.slebor asal kesohor.Musdah Mulia tidak hanya membolehkan lesbian.Belum cukup puas, ia pun mengakomodasi kedatangan dan mempromosikan irsyad manji sang muslimah lesbian ke indonesia. Saking wah-nya, hingga menyebutnya lesbian mujtahidah. tak sedikit mahasiswa UIN JKT yang kagum. Mengapa kepada pejuang syariah benci, sebaliknya gandrung pada pejuang amal hewani?...
Ya Allah, hindarkanlah kami dari siksaan kaum nabi luth. Jadikanlah bulan suci ini untuk kembali kepada jalanMu.
Semoga Allah menjadi saksi atas tegaknya syariah. Allahu Akbar....
Tolong disebarkan...
Senin, 02 Juni 2008
Catatan 'aksi ummat tolak kenaikan BBM' ku...
1 juni 2008...adalah sebuah momen yang dijadikan oleh HTI untuk berkali-kali mengingatkan pemerintah, ttg kebijakannya menaikkan BBM yang ke-3 kalinya (selama sby-jk berkuasa)
Aksi ini dilakukan serentak selain di jakarta juga dilakukan di 23 kota lain di indonesia (mungkin bisa masuk muri kali yach..
tapi itu ga pentingggg!!!!)
Seperti aksi-aksi sebelumnya, yang sering diadakan oleh HTI,airmata ini bisa ngucur dengan sendirinya

ketika melihat ar-raya dan al-liwa berkibar-kibar di angkasa...seperti kembali ke masa 'futuhat' oleh Rasulullah SAW dan para sahabatNYa, diri ini ikut ambil bagian dari peristiwa itu...(ngetik tulisan ini, tak terasa airmataku mulai berjatuhan...
)
Peristiwa perang badar yang dasyat, dalam keadaan berpuasa ramadhan, dimana keadaan tak seimbang, jumlah kaum muslimin dibanding kaum kafir quraisy (kaum muslimin sekitar 3000an:kaum kafir quraisy sekitar 10.000an) benar2 keadaan yang tak logis/rasional jika kaum muslimin saat itu menang, tetapi Allah SWT lah yang menolong kaum muslimin, sekali lagi Allah SWT yang Maha Menentukan, seperti juga keniscayaan tegaknya Khilafah ala min haj nubuwwah, yang sebentar lagi akan berdiri Allahu Akbar 3x...
oia...kami berangkat dari 30an titik di wilayah jatabek (bogor ga ikut, karena di bogor ngadain aksi sendiri di tugu kujang...), kebetulan kita (saya, suami, fathin) ikut konvoi dari titik pamulang dan sekitarnya...rombongan konvoi dari pamulang terdiri dari 2 mobil, 1 minibus, dan beberapa puluh motor...
setelah solat duhur+makan, kita berangkat ke pom bensin cimanggis, tempat dimana rombongan dari pamulang berkumpul, ternyata kita sudah ditinggal, akhirnya suami ngebut kebetulan kita make motor, untuk nyusul konvoi, Alhamdulillah kita bisa bersama rombongan konvoi di jl raya ciputat setelah pertigaan ke terminal lebak bulus....
Teriakan takbir&suara sirene...menarik perhatian orang2 yang sedang on the way di jalanan menuju istana merdeka, para awak bus metromini&kopaja mengacungkan jempol mereka menandakan mereka setuju dengan aksi kami...Dan tak terasa airmataku deras mengucur, ketika rombongan konvoi mulai masuk ke jalan metro pondok indah, sangat berbeda keadaan rakyat miskin saat ini dengan keadaan sekitar pondok indah, rumah2 mewah, ruko2 yang dipenuhi mobil2 yang kebetulan sedang makan siang, juga mobil2 mewah yang melintasi jalan itu...sempat terpikir di benak ini, apakah mereka juga 'pusing' memikirkan kenaikan BBM ini atau 'jangan2' mereka adalah orang2 yang menikmati kenaikan BBM ini...airmata tak terkendali mengucur, ketika rombongan konvoi melewati PIM&Metro PI, buanyaaaak mobil2 parkir menandakan banyak orang yang sedang 'hang out' di mall eksklusif itu, tandanya mereka punya uang untuk menikmati 'isi' mall itu...sedangkan rakyat miskin??untuk makan saja susah dengan kenaikan BBM&sembako dan BLT 100rb sungguh tak ada lagi artinya...
Akhirnya, alhamdulillah rombongan konvoi kami dari pamulang nyampe di depan istana...
Aksi berlangsung tertib&aman...karena mmg setiap aksi HTI, selalu tertib, terbukti dari sedikitnya aparat polisi yang menjaga aksi kami...
Semoga, pemerintah mendengar 'aspirasi' kami dalam aksi kemarin...
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...
Baca Selanjutnya ...
Aksi ini dilakukan serentak selain di jakarta juga dilakukan di 23 kota lain di indonesia (mungkin bisa masuk muri kali yach..
Seperti aksi-aksi sebelumnya, yang sering diadakan oleh HTI,airmata ini bisa ngucur dengan sendirinya
Peristiwa perang badar yang dasyat, dalam keadaan berpuasa ramadhan, dimana keadaan tak seimbang, jumlah kaum muslimin dibanding kaum kafir quraisy (kaum muslimin sekitar 3000an:kaum kafir quraisy sekitar 10.000an) benar2 keadaan yang tak logis/rasional jika kaum muslimin saat itu menang, tetapi Allah SWT lah yang menolong kaum muslimin, sekali lagi Allah SWT yang Maha Menentukan, seperti juga keniscayaan tegaknya Khilafah ala min haj nubuwwah, yang sebentar lagi akan berdiri Allahu Akbar 3x...
oia...kami berangkat dari 30an titik di wilayah jatabek (bogor ga ikut, karena di bogor ngadain aksi sendiri di tugu kujang...), kebetulan kita (saya, suami, fathin) ikut konvoi dari titik pamulang dan sekitarnya...rombongan konvoi dari pamulang terdiri dari 2 mobil, 1 minibus, dan beberapa puluh motor...
setelah solat duhur+makan, kita berangkat ke pom bensin cimanggis, tempat dimana rombongan dari pamulang berkumpul, ternyata kita sudah ditinggal, akhirnya suami ngebut kebetulan kita make motor, untuk nyusul konvoi, Alhamdulillah kita bisa bersama rombongan konvoi di jl raya ciputat setelah pertigaan ke terminal lebak bulus....
Teriakan takbir&suara sirene...menarik perhatian orang2 yang sedang on the way di jalanan menuju istana merdeka, para awak bus metromini&kopaja mengacungkan jempol mereka menandakan mereka setuju dengan aksi kami...Dan tak terasa airmataku deras mengucur, ketika rombongan konvoi mulai masuk ke jalan metro pondok indah, sangat berbeda keadaan rakyat miskin saat ini dengan keadaan sekitar pondok indah, rumah2 mewah, ruko2 yang dipenuhi mobil2 yang kebetulan sedang makan siang, juga mobil2 mewah yang melintasi jalan itu...sempat terpikir di benak ini, apakah mereka juga 'pusing' memikirkan kenaikan BBM ini atau 'jangan2' mereka adalah orang2 yang menikmati kenaikan BBM ini...airmata tak terkendali mengucur, ketika rombongan konvoi melewati PIM&Metro PI, buanyaaaak mobil2 parkir menandakan banyak orang yang sedang 'hang out' di mall eksklusif itu, tandanya mereka punya uang untuk menikmati 'isi' mall itu...sedangkan rakyat miskin??untuk makan saja susah dengan kenaikan BBM&sembako dan BLT 100rb sungguh tak ada lagi artinya...
Akhirnya, alhamdulillah rombongan konvoi kami dari pamulang nyampe di depan istana...
Aksi berlangsung tertib&aman...karena mmg setiap aksi HTI, selalu tertib, terbukti dari sedikitnya aparat polisi yang menjaga aksi kami...
Semoga, pemerintah mendengar 'aspirasi' kami dalam aksi kemarin...
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...
Selasa, 08 April 2008
Bapak pemulung dan anak laki2nya
5 April 2008....Weekend ini kami lewati dengan menunggu!!!sabtu ini adalah jadwal cek up kehamilanku ke RS puri cinere, pengalaman bulan lalu pasien dr. dewi buanyaaaak buangeeett aku dapat no urut 43, berangkat dari rumah jam 10.30 nyampe rumah lagi jam 16.00
. Sebenarnya kita dah planning berangkat pagi sekitar jam 9-an, tapi apa mau dikata sepupu suami sms mau nginep malam ini setelah tes S2 di UI, yo wis suamiku langsung ngerjain pr-nya setelah sarapan, pengen tau pr-nya he3...nambal bak kamar mandi yang bocor...jam 10.30 lagi kita berangkat ceck up ke dr. dewi,pengen tau??aku dapat no urut 55
, ya Allah nanti aku pulang jam berapa??jam 15.30 kita nyampe rumah, tidur dulu ah (suamiku dah tidur waktu duduk di ruang tunggu, kaget!!dah biasa suamiku tidur di manapun,he3)...Alhamdulillah dah nyampe rumah, soale ga lama setelah itu langsung hujan lebat+angin..sorenya, karena ga da lauk kami beli sate di dekat Superindo, baliknya aku lihat seorang bapak pemulung dan anak laki2nya berteduh (waktu itu memang baru berhenti hujan)...kasihan sekali mereka, sepertinya mereka kedinginan!!! Aku kepikiran sampai mau tidur, karena malamnya hujan lagi gerimis kecil2..aku bilang ke suamiku,"bapak pemulung sama anaknya kehujanan ya, kasihan", suamiku jawab,"kenapa ga dikasih tadi satemu ke mereka". Aku pun menjawab,"Kenapa juga tadi ga berhentiin motornya, lagian sate aja kurang ga da nasi, mendin nasi bungkus". Hrrr3 wealah bojoku wis turu....Ya Allah lindungilah mereka, berikan kehangatan pada tubuh mereka...Aku jadi inget apa yang pernah aku lakukan dengan temanku, alfi...(Replay Story) thn 2000 aku tingkat 2 kuliah di bogor, waktu itu magrib habis pulang praktikum, hujan gerimis, di grawida banyak yang lagi pulang praktikum sedang berteduh, aku&alfi langsung balik ke kost buru2 mau solat magrib, di grawida kami melihat bapak laki2 itu (umurnya sekitar 30-40 thn, aku ga tau mulai kapan bapak itu ada dan 'mobile' di kampus maupun kost2an di darmaga, dia tidak gila, dia sedang sakit kulit di lehernya dan sepertinya dibuang sama keluarganya, masih inget 'manusia pohon dari bandung' orangnya hampir mirip dgnnya, pekerjaannya mengais ngais makanan di tempat sampah entah di kampus maupun di kost2an), dia sedang meringkuk di pojok grawida, kedinginan, di sekitarnya mahasiswa2 yang ga pulang, bercanda nyaring tertawanya di tengah2 gerimis kota bogor yang lama berhentinya...habis solat bareng, Alfi menghampiriku, dia ngajak aku ngasih makan bapak yang kami lihat sedang duduk di grawida itu (
ini nulisnya sambil nangis, inget saat itu), ya Allah ternyata Engkau masih menyentuh hati hambaMu ini lewat ajakan alfi, ayooo!!aku dan alfi langsung berangkat, sambil bawa payung karena masih hujan...alfi beli makanannya dan aku beli teh anget buat bapak itu, kami pun ke grawida lagi nyari2 bapak itu, ternyata bapak itu sudah ga ada, kemana ya
??aku ga inget dimana kami menemukan bapak itu, kalo ga salah bapak itu duduk di dekat tempat sampah di halte grawida...aku yang menyerahkan nasi bungkus+teh ke bapak itu, alfi ga tega lihat bapaknya, aku aja yang ngasih, katanya aku kan orangnya tega-an
. Ya Allah, semoga masih ada orang yang memperhatikan bapak itu, aku ga tau bapak itu sekarang dimana, sebelum meninggalkan bogor aku sudah ga melihat bapak itu, semoga ada orang yang perduli dan mengobati sakitnya, amin...
Baca Selanjutnya ...
Langganan:
Postingan (Atom)